PERBUATAN ISENG MEMBAWA RAHMAT

Ketika saya sedang sibuk memeriksa administrasi guru di Madrasah tiba-tiba telpon berbunyi dan diseberang sana menyapa dengan lafadh Assalamualaikum warahmatullahi wabarakakatuh, saya dari inspektorat jenderal Departemen Agama di Jakarta, dua hari kedepan saya dan kawan kawan dari tim pemeriksa akan masuk ke madrasah yang bapak pimpin untuk mengaudit semua adminstrasi baik bidang keuangan maupun pembelajaran, lalu telpon ditutup. Dengan serta merta saya merasa wiswas, memikirkan berita yang disampaikan melalui telpon barusan. Apa yang harus saya lakukan untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang akan di audit, lalu saya panggil semua guru dan pegawai saya, lalu saya menjelaskan tentang tentang berita yang saya terima melalui telpon bahwa madrasah dalam dua hari ke depan akan didatangai Irjen dari Jakarta untuk melakukan Audit. Semua peserta rapat terdiam. Mereka ikut merasakan apa yang saya rasakan. Karena Madrasah kami baru dinegerikan, jumlah guru hanya beberapa orang saja, pegawai madrasah demikian juga, sedangkan sarana dan pra sarana belum ada, jangankan gedung lokasi pembangunan saja belum ada, sedangkan Dipa Madrasah yang menyakut dengan keuangan baru lima bulan diterima Madrasah. Dari kondisi seperti inilah maka semua jadi bingung. Dalam keheningan seperti itu, saya memberikakn instruksi agar semua warga madrasah bekerja mempersiapkan segala administrasi yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi yang kita memiliki. Masing-masing mereka bekerja sesuai dengan tupoksinya. Semua guru mempersiapkan administrasi pembelajaran, Pegawai TU mempersiapkan administrasi ketatatusaahaan dan keuangan. Dalam dua hari semua sudah tertata rapi, dan semua merasa sudah siap menghadapi audit. Setelah tiga hari saya melapor kepada Kasubbag TU Kandepag Aceh Utara, tentang berita bahwa sesuai berita yang kami terima di telpon, bahawa akan datang tim dari injen untuk memeriksa MAN Krueng Geukeuh, menurut Ka TU Kandepag. Setahu beliau bahwa tidak ada jadwal tim Irjen ke MAN Krueng Geukueh, karena kalau ada Tim Irjen sebelum masuk ke Madrasah terlebih dahulu melapor ke Kandepag untuk ditindaklanjuti ke Madrasah, namun demikian saya akan cek dulu tentang jadwal tim irjen yang memeriksa Madrasah di Aceh Utara. Setelah di dicek ternyata memang tidak ada jadwal untuk pemeriksaan MAN Krueng Geukueh, dan berita melalui telpon salah alamat. Dan ternyata ada salah seorang Kepala Madrasah menguji kami tentang kesiapan apabila masuk pemerisaan dengan menyapaikan telpon bahwa akan adat tim ijen yang akan masuk keman Krueng Geukueh untuk mengaudit. Berselang dua bulan setelah kejadian itu maka kami merima surat bahwa akan datang tim dari pusat untuk mensupervisi MAN Krueng Geukeuh terkait dengan penataan administrsasi madrasah, pelaksanaan pembelajaran serta sarana dan pra sarana madrasah. Saya selaku Kepala Madrasah tidak merasa khawatir dengan surat tersebut, karena semua adminstrasi madrasah telah tertata dengan baik sesuai dengan kondisi madrasah, dan kami keluarga besar MAN Krueng Geukueh siap menerima tim tersebut. Pada tanggal yang telah ditetapkan Tim Irjen Datang dan memerika semua administrasi keuangan dan pembelajaran yang ada mereka menyatakan clear, dan pemerikasaan selesai. Satu bulan kemuadian saya di panggil kebanda Aceh dan diserahkan 1 unit Sepeda motor merk Honda Astrea, yang paling keren pada saat berwarna hijau untuuk kenderaan dinas Kepala Madrasah. Ini merupakan rahmat yang luarbiasa dalam kehidupan saya, selama ini saya ke tempat tugas menggunakan sepeda motor jadul, yang sudah tidak layak untuk perjalanan jauh, tiba-tiba diberikan sepeda motor dinas untuk kgiatan kedinasan saya sehari-hari. Telpon iseng mebawa rahmat…….!

Posting Komentar untuk "PERBUATAN ISENG MEMBAWA RAHMAT"